Patung kepala naga batu pasir ratusan tahun ditemukan di Kamboja

  • Whatsapp
banner 468x60

Phnom Penh (ANTARA) – Sebuah patung kepala naga dari batu pasir berusia ratusan tahun baru-baru ini ditemukan di area sekitar Kuil Tep Pranam di dalam kota kuno Angkor Thom di Taman Arkeologi Angkor yang terkenal di Kamboja, menurut Otoritas Nasional APSARA (APSARA National Authority/ANA) dalam pernyataan pers pada Rabu (5/10).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Baca juga: Kamboja luncurkan rute kunjungan baru obyek wisata Candi Bayon di Angkor

Patung kepala naga itu ditemukan ketika sebuah pohon besar tumbang, menyebabkan benda yang terkubur di dalam tanah selama bertahun-tahun itu muncul dari bawah akar pohon tersebut, kata ANA.

Chhouk Somala, kepala tim registrasi seni dari departemen konservasi monumen dan arkeologi preventif ANA, mengatakan patung kepala naga itu terkubur sedalam setengah meter di bawah tanah.

“Saat pohon tumbang, patung kepala naga itu ditemukan di bawah akar pohon,” ujarnya. “Fragmen patung kepala naga itu merupakan kepala bagian atas, yang panjangnya 1,2 meter, lebar 1 meter, dan tebal 0,3 meter.”

Baca juga: Perluas pasar luar negeri, PT Panasonic Manufacturing Indonesia ekspor perdana ke Kamboja

 

   Somala menuturkan patung kepala naga bergaya Bayon itu kemungkinan dibuat bersamaan dengan Candi Bayon pada masa pemerintahan Raja Jayavarman VII pada akhir abad ke-12 dan awal abad ke-13

Menurut ANA, patung kepala naga yang ditemukan itu saat ini disimpan di Preah Norodom Sihanouk-Angkor Museum.

Berlokasi di Provinsi Siem Reap, Kamboja barat laut, Taman Arkeologi Angkor seluas 401 km persegi, yang dicantumkan ke dalam Daftar Warisan Dunia Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada 1992, merupakan destinasi wisata paling populer di negara Asia Tenggara itu.

Sebelum pandemi COVID-19, taman kuno tersebut menarik hingga 2,2 juta wisatawan mancanegara pada 2019, menghasilkan pendapatan kotor sebesar 99 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp15.196) dari penjualan tiket, menurut Angkor Enterprise, perusahaan milik negara Kamboja, demikian Xinhua dikutip Kamis.

Baca juga: Proyek “Kit of Love” yang didanai China bantu SD di Kamboja

Baca juga: Kamera jebak tangkap spesies satwa liar langka di cagar alam Kamboja

Baca juga: Kamboja akan terbitkan obligasi negara pertama senilai 300 juta dolar

Penerjemah: Xinhua
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Sumber Antara

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *