BI: Kekayaan wastra Nusantara beri nilai tambah bagi UMKM fesyen

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta (ANTARA) – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kekayaan wastra Nusantara dapat mendorong kreativitas para pelaku di industri fesyen, termasuk bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan nilai tambah produknya.

“Indonesia sangat kaya dengan wastra Nusantara yang indah, dan dapat dijadikan kreasi baru di tangan para desainer kita yang luar biasa, serta diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan harga jual produk dalam negeri oleh para pelaku UMKM,” kata Perry saat dijumpai di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, Perry mengatakan, pengembangan UMKM selain membantu perekonomian nasional dan syariah, namun juga membantu pemberdayaan perempuan di sektor tersebut. Ia menyebutkan, sebanyak dua per tiga UMKM Indonesia dikelola oleh perempuan.

“Sebanyak dua per tiga UMKM digerakkan oleh kaum perempuan. Termasuk di sektor modest fashion. Kalau kita memajukan modest fashion, harapannya bisa memajukan pula ekonomi kita. Mereka juga mempromosikan wastra yang sangat bagus. Dengan demikian, diharapkan bisa memajukan UMKM, mensejahterakan perempuan dan keluarganya,” ujarnya menambahkan.

Hal ini ia nilai senada dengan gelaran Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) yang menghadirkan 163 desainer modest fashion untuk memamerkan 1.256 karya dalam 17 fashion show selama tiga hari perhelatan Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF) 2022.

Ia berharap gelaran ini dapat menjadi upaya bersama dorong industri modest fashion agar dikenal dunia, dan Indonesia dapat dikenal sebagai pusat modest fashion global.

Adapun fashion show di IN2MOTIONFEST menghadirkan produk-produk desainer Indonesia dan internasional yang menggunakan lokal material, seperti songket, tenun, ecoprint, tenun ATBM, lurik, tapis, tie dye, sasirangan, indigo, bordir, tenun ikat, jumputan, dan rajutan.

“Diharapkan dengan tema ‘Local Product, Global Look’, brand desainer anak bangsa dapat menjadi brand yang bisa dikenal di pasar global dan didukung oleh industri modest fashion,” ujar Perry.

Baca juga: Wastra Bali dalam “Langkah” Denny Wirawan

Baca juga: Menkop: Agregator dapat membantu wujudkan UMKM tembus pasar ekspor

Baca juga: Kemenkop luncurkan Chatbot WhatsApp untuk industri kriya dan wastra

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Sumber Antara

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *