Psikolog: Penyintas insiden yang trauma sebaiknya diberi pendampingan

  • Whatsapp
banner 468x60

…dilakukan juga pemeriksaan individual dengan profesional..

Bacaan Lainnya

banner 300250

Jakarta (ANTARA) – Psikolog klinis Rininda Mutia mengatakan penyintas insiden yang mengalami trauma dan kondisi kesehatan mentalnya mengkhawatirkan sebaiknya diberi pendampingan kelompok dan pemeriksaan individual oleh profesional.

“Jika kondisi kesehatan mental para penyintas cukup mengkhawatirkan sebaiknya selain ada pendampingan kelompok, dilakukan juga pemeriksaan individual dengan profesional, bisa psikolog ataupun psikiater,” ujar Rininda, psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia dan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia, kepada ANTARA, Selasa.

Insiden memilukan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10), yang menewaskan 131 orang, termasuk anak-anak.

Baca juga: Menteri PPPA: Wujudkan stadion sepak bola ramah perempuan anak

Psikolog itu mengatakan proses penyembuhan trauma untuk korban insiden bervariasi, tergantung dari bentuk trauma dan karakteristik orang yang mengalami trauma.

Langkah yang dilakukan untuk mendampingi korban insiden meliputi prosedur yang spesifik, ujar dia, mulai dari asesmen, intervensi, hingga evaluasi.

“Jadi bukan hanya ditemani atau diajak ngobrol tapi proses menemani dan mengajak ngobrolnya punya tujuan spesifik,” kata Rininda.

Dia menambahkan proses penyembuhan trauma untuk korban insiden juga bergantung dari setiap individu. Dua orang yang terlibat dalam insiden yang sama bisa jadi membutuhkan waktu dengan durasi berbeda agar bisa betul-betul pulih dari trauma.

“Seseorang yang mengalami kejadian sama bisa punya penghayatan yg berbeda, bisa menghasilkan trauma yang berbeda pula,” jelas salah satu pendiri lembaga kesehatan mental dan psikologi Amanasa Indonesia.

Rininda menambahkan meski memori takkan hilang, yang bisa diusahakan adalah menurunkan intensitas emosi ketika mengingat peristiwa penuh trauma agar tidak terasa terlalu menyakitkan.

Baca juga: Kemensos programkan pemberdayaan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan

Baca juga: Ribuan warga Surabaya gelar doa bersama korban tragedi Kanjuruhan

Baca juga: Doa untuk korban tragedi Kanjuruhan terus berlanjut

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Sumber Antara

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *